Rabu, 14 November 2012

PERGELANGAN KAKI MANUSIA (ANKLE)


a)      Tulang pada Pergelangan Kaki Manusia (Ankle)
Sendi pergelangan kaki bertindak seperti engsel. Tapi jauh lebih dari sendi engsel sederhana. Pergelangan kaki sebenarnya terdiri dari beberapa struktur penting. Desain yang unik pergelangan kaki membuatnya menjadi sangat stabil. Sendi pergelangan kaki terdiri dari bagian bawah tulang tibia, tulang fibula dan tulang talus yang berbentuk kubah, sering disebut ankle mortis.
Dalam ankle mortis, talus berfungsi sebagai sendi pegas, mempunyai korpus, kolum dan kaput, berbentuk cembung, pada permukaan superiornya menyerupai pelana kuda. Selain persendian tersebut ada persendian yang berada dibawah persendian pergelangan tersebut yaitu persendian subtalar atau sendi talokalkaneal adalah suatu sendi aksis tunggal yang menghubungkan tulang talus dan tulang kalkaneus.

b)      Ligamen pada Pergelangan Kaki Manusia (Ankle)
Penyangga terkuat dari sendi pergelangan kaki adalah ligamen kolateral pada bagian lateral. Ligamen kolateral ini mempunyai 3 bagian, yaitu :
o   Ligamen talofibular anterior, berasal dari kolum talus dan melekat pada ujung fibula.
o   Ligamen kalkaneofibular, berasal dari kalkaneus melekat pada ujung fibula.
o   Ligamen talofibular posterior, berasal dari korpus talus melekat pada ujung fibula.
Penyangga terkuat bagian medial pergelangan kaki adalah ligamen deltoid yang menghubungkan maleous medialis dengan navikular, sustentakum tali dan bagian posterior talus. Ligamen deltoid mempunyai 4 bagian, yaitu : 1. Tibionavikular, 2. Talotibial anterior, 3. Calcaneotibial, 4. Talotibial posterior.
Ligamen lainnya pada kaki adalah corsal, plantar dan interoseus, sesuai dengan tulang yang dihubungkannya. Secara umum ligamen dorsal bersifat tipis, berada pada bagian atas arkus, sedangkan ligamen plantar bersifat tebal berfungsi sebagai ‘tierods’ yang menyangga arkus. Terdapat 2 ligamen plantar yang penting, yaitu:
    Ligamen plantar kalkaneonavikular, melalui permukaan bawah kalkaneus yang disebut sustentakum tali menuju permukaan bawah navikularis membentuk sling yang menyangga kaput talus. Ligamen ini membatasi gerakan talus ke bawah dan membantu menyangga bagian tertinggi arkus, ligamen ini disebut juga ‘spring ligament’.
    Ligamen plantar panjang, terletak diantara kalkaneus, kuboid dan bagian lateral tiga tulang metatarsal.
Salah satu ligamen interoseus yang penting adalah ligamen talokalkaneal yang berada sepanjang kanal tarsal dan bagian akhir fibula, ligamen ini membentuk serabut fibrosa yang menghubungkan dua tuberkel dan disebut sebagai ligamentum cervicis.


c)      Otot-otot pada Pergelangan Kaki Manusia (Ankle)
Otot-otot kaki dan pergelangan kaki dapat dibagi menjadi otot intrinsik dimana otot-otot tersebut beroigo dan berinsersi di dalam kaki, dan otot ekstrinsik yang memiliki origo di luar kaki. Pembagian ini seperti pada otot-otot tangan.
Otot-otot ekstrinsik dibagi menjadi :
1)      Posterior. Terdiri dari otot triseps surae, disebut triseps surae karena mempunyai tiga kaput, yaitu dua kaput gastrolonemius dan satu kaput soleus. Nama lain otot triseps surae adalah otot gastrosoleus. Otot gastroknemius berasal dari bagian atas lutut, mempunyai dua kaput yang melekat pada setiap kondilus femur. Setengah bagian bawah dari otot gastroknemius menjadi tendon yang tipis disebut tendon Achilles, melekat pada bagian posterior kalkaneus, menyebabkan plantar fleksi pergelangan kaki. Otot triseps surae juga menyebabkan supinasi kaki ketika kaki terfiksasi pada lantai. Otot soleus menyebabkan gerakan plantar fleksi pada saat lutut fleksi. Kelompok otot-otot yang lain pada kaki dan pergelangan kaki melalui bagian belakang maleolus, membantu plantar fleksi kaki. Otot triseps surae sangat berperan mengangkat tumit dari lantai pada saat heel off gait.
2)      Lateral. Terdiri dari peroneus longus dan brevis. Peroneus longus letaknya lebih tinggi dan superfisial, berorigo pada fibula dan berinsersi pada basis metatarsal pertama. Peroneus brevis lebih rendah dan dalam, berorigo pada fibula dan berinsersi pada basis metatarsal lima, keduanya berfungsi sebagai otot-otot evertor kaki.
3)      Anterior. Terdiri dari tibialis anterior, ekstensor digitorum longus, ekstensor hallucis longus dan peroneus tertius. Ekstensor hallucis longus berasal dari bagian anterior fibula, berinsersi pada bagian anterior distal ibu jari. Fungsinya adalah ekstensi ibu jari dan membantu dorso fleksi. Ekstensor digitorum longus berasal dari bagian lateral tibia dan fibula, berinsersi pada bagian lateral empat jari-jari. Peroneus tertius yang tampaknya berasal dari ekstensor digitorum longus berinsersi pada basis metatarsal lima. Ekstensor digitorum longus dan peroneus tertius berfungsi untuk dorso fleksi dan eversi kaki. Tibialis anterior berasal dari bagian lateral tibia menyilang permukaan dorsal kaki, berinsersi pada bagian metatarsal pertama, berfungsi untuk dorso fleksi dan inversi kaki.
4)      Medial. Terdiri dari tibialis posterior, fleksor digitorum kongus dan fleksor hallucis longus. Tibialis posterior berasal dari bagian posterior tibia dan fibula, berinsersi pada tarsal, berfungsi untuk inversi dan plantar fleksi kaki. Fleksor hallucis longus berasal dari bagian posterior tibia dan fibula, berinsersi pada bagian bawah falangs distal jari pertama setelah melalui maleolus medialis. Fleksor digitorum longus berasal dari bagian posterior tibia, melalui bagian belakang maleolus medialis untuk berinsersi pada lateral falangs distal empat jari-jari. Fleksor digitorum longus berfungsi untuk fleksi jari-jari, dalam posisi menggenggam, fleksor hallucis longus berfungsi menekan falangs distal ke lantai.
video


2 komentar: